image1 image2 image3

DBUKU.ORG|PERPUSTAKAAN PRIBADI DIANA SASA|MENYEDIAKAN BUKU BACAAN GRATIS UNTUK UMUM|RUANG PUBLIK DAN KEDAI UNTUK DISKUSI, NONTON BARENG, RAPAT, PAMERAN, MINI KONSER, DSB

Bocah Wonokromo Mengenal Bacaan

"Tante..tante..ini perpustakaan ya?"
"Iya...,ini perpustakaan"
"Boleh baca buku,Te...? "
"Oh..boleh sekali sayang..."

Kami dibuat terkejut dengan teriakan kecil bocah-bocah kampung itu. Disaat kami nyaris krisis kepercayaan diri dan semangat usai hiruk pikuk kepindahan kami dari mall megah ke kampung padat penduduk, rasanya seperti mendapat pemantik api di tengah kegelapan. 

Bocah-bocah itu berhamburan ke depan rak buku-buku anak. Mencomotnya lalu memangkunya dan membaca keras-keras. Kami dibuat tersenyum melihatnya. bahagia sekali mendapati kenyataan bahwa kehadiran kami ternyata dibutuhkan di sini. 

Mereka kemudian rajin datang saban sore. Ada yang minta dibantu mengerjakan PR, ada yang minta dibacakan dongeng, ada yang minta dibuatkan gambar, macam-macam mintanya. Akhirnya kami putuskan untuk membuka kelas belajar bersama saban sore. 

Lama kelamaan makin banyak anak yang datang. Kami pun kewalahan. Kelas dibuka dua kali sehari. Mulai jam 4 sampai jam 8 malam. Senin sampai Kamis. Gita, Sasa, dan Nawi bergantian mengasuh mereka. Kemudian datang bantuan dari mbak Maria Mustika, aktivis yang kebetulan main ke perpustakaan dbuku dan tertarik ikut mengajar. 

Bocah-bocah itu masih teramat belia. usianya antara 4-10 tahun. Diantara mereka ada yang sudah kelas 3 SD tapi belum lancar membaca. entah apa yang diajarkan di sekolahnya. Ada juga yang hiperaktif. Kami menjadi guru dadakan dan mengajari mereka membaca, menulis, menggambar, hingga bercerita dengan penuh ketelatenan. 

Bcah-bocah ini telah memicu semangat kami kembali untuk terus bergerak. Rencana boleh gagal, tapi semangat tak boleh surut. Perpustakaan ini harus tetap bernapas.

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar