image1 image2 image3

DBUKU.ORG|PERPUSTAKAAN PRIBADI DIANA SASA|MENYEDIAKAN BUKU BACAAN GRATIS UNTUK UMUM|RUANG PUBLIK DAN KEDAI UNTUK DISKUSI, NONTON BARENG, RAPAT, PAMERAN, MINI KONSER, DSB

MAJELIS BIBLIO XII: Jual Beli Bibir Komunitas Sastra Tuban

Malam ini perpustakaan dbuku penuh sesak. Sekira 60-an orang berjejal memenuhi ruangan kecil kami. Ada yang di teras samping, di ruang baca tengah, di lorong, bahkan ada yang di teras. Mereka adalah teman-teman dari Komunitas Sastra Tuban, Komunitas sastra PEKIK IAIN Sunan Ampel, dan mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia Universitas Widya Darma. 

Kali ini kami membahas buku puisi Jual Beli Bibir karya teman-teman KOSTRA Tuban. Para penyair itu antara lain:Ahmad Moehdor Al-Farisi, Aksan Taqwin Embe, Palestina Bila, dan Heri Listianto.

Yang membahas antologi ini adalah Alek Subairi, penyair Komunitas Rebo Sore yang bukun puisiya Kembang Pitutur menjadi nominasi 10 besar Katulistiwa Award. 

Menurut Alek, dalam antologi ini banyak terdapat keseragaman tema. Yaitu perkara-perkara yang banyak dilihat di televisi, di koran. Perkara-perkara terhadap rasa keadilan, kesejahteraan, dan sebagainya. Ada semacam orasi, kecaman, tapi sangat biasa, klise. Orasi dan protes semacam ini berseliweran saja. Semestinya ada penggalian lebih dalam. Ada kajian lebih jauh mengapa persoalan-persoalan itu terjadi. Jadi tidak hanya membaca di permukaan.

"Saya melihat situasi di lembaga-lembaga hukum amupun pemerintahan itu sudah tidak tersentuh oleh kata-kata yang klise. Semacam kita berteriak "Hidup Rakyat", jadi semacam slogan saja".

Alek menambahkan bahwa tidak ada penceritaan ulang dari peristiwa-peristiwa itu. Tidak ada bedanya membaca puisi ini dengan ketika kita membaca koran, menonton tv, membaca berita-berita di internet. 



Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar