image1 image2 image3

DBUKU.ORG|PERPUSTAKAAN PRIBADI DIANA SASA|MENYEDIAKAN BUKU BACAAN GRATIS UNTUK UMUM|RUANG PUBLIK DAN KEDAI UNTUK DISKUSI, NONTON BARENG, RAPAT, PAMERAN, MINI KONSER, DSB

MAJELIS BIBLIO XVI-Catatan Harian

Setelah tertidur selama hampir 6 bulan, akhirnya d:buku bangun lagi. Ditandai dengan menggelar lagi Majelis Biblio ke 16. Diana Sasa, pengasuh perpustakaan dbuku dalam sambutannya mengatakan bahwa selama enam bulan dbuku merehatkan diri untuk menata ulang tata kelola perpustakaan. 

"Selama 6 bulan itu dbuku tTidak melakukan apa-apa selain pinjam meminjam buku dan berafiliasi dengan beberapa kegiatan bersama lembaga lain. Di titik ini kami bertahan. Bagi kami lebih baik merangkak pelan dari pada berhenti sama sekali," ujar perempuan yang akrab disapa Sasa ini. 


Majelis Biblio 16 kali ini membahas pentingnya catatan harian. Menghadirkan dua orang perempuan bernama hampir mirip, Nadya Nadine dan Nadia Aghnia.  Nadia Aghnia pemilik akun @nadanakaneh ini rajin menulis catatan harian di blog mudaberanidanberbahaya.blogspot.com

"Saya menulis apa saja. Tulisan yang di blog itulah yang kemudian jadi buku Bicycle Diaries. Buku harian menjadi penting dibaca 50 atau 100 tahun lagi setelah penulisan, " urai Nadia. 

Nadia memang selalu naik sepeda. @nadanakaneh gak mau menjual tulisan catatan hariannya ke penerbit besar. Proses penulisan ulang, edit naskah, desain cover, layout, dan cek proofreading dikerjakannya sendiri. Baru pengurusan ISBN dan pencetakan bukunya dibantu @indiebookcorner. Nadia menjual Bicycle Diaries melalui media sosial.. "Aku ingin abadi meski tubuhku tidak bisa abadi," kata Nadia diplomatis. 

Sementara Nadya Nadinemenuliskan 1000 puisi dalam rentang waktu 7 Oktober 2008 hingga 31 Desember 2008. kerjanya ini pernah tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan predikat Penulis Puisi Tunggal Terbanyak.  Nadine berhasil menulis 900 judul puisi dalam waktu 3 bulan. Kemudian puisi tersebut dibukukan dengan menambahkan 101 puisi karya terdahulunya sehingga total puisi yang dibukukan ada 1001 judul. "Bunga Batu', judul buku itu. 

"Menulis puisi membantu saya melepaskan stres dan tekanan kejiwaan. Saya percaya dengan menulis jiwa jadi sehat," terang perempuan yang kini sedang menempuh pendidikan psikologi ini. 

Diskusi yang dipandu penulis Salamet Wahedi itu berlangsung seru. Acara diakhiri dengan pembacaan puisi dari tetamu yang hadir serta nyanyian romantis dari Dimas Guruh Nugraha, vokalis band Sekaring Jagad.  

Foto-foto kegiatan bisa dilihat di sini

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar